Senin,26 februari 2007
By
Tri Aji Wibowo
ana_awe@yahoo.co.id Baca selengkapnya......
Senin,26 februari 2007
Dan kegiatan hari Sabtu 24 februari 2007 di ICT adalah mengganti VGA komputer ruang tata usaha SMK N 1 Cilacap.Dan memperbaiki komputer di lab komputer yang lainnya.
Mungkin untuk minggu pertama kami magang di ICT Cetre Cilacap hanya cukup sampai tersebut diatas saja.
Baca selengkapnya......Membuat Media Player dengan JMF 2.1
Java TM Media Framework (JMF) adalah Application Programming Interface (API) yang dapat digunakan untuk memasukan data-data media, baik itu audio maupun video kedalam apliakasi dan applet Java. Pemrograman aplikasi media menjadi lebih mudah karena kemudahan penggunaan Java.
JMF 1.0 API (Java Media Player API) memberikan kemudahan bagi programmer Java untuk dapat mengembangkan program Java yang dapat melakukan playback data secara time-based. JMF 2.0 API mengembangkan kemampuan framework dengan menyediakan dukungan terhadap proses capturing dan storing data media, mengontrol tipe pemrosesan yang dilakukan selama playback dan juga melakukan pemrosesan tertentu pada media stream.
Implementasi terakhir dari API ini adalah JMF 2.1.1e, yang telah memiliki beberapa pengembangan dalam komponen RTP/RTSP dan bug-fixes.
Dalam artikel ini, akan dibahas pembuatan aplikasi Desktop dengan menggunakan Swing yang mirip dengan media player umumnya. Pembahasan akan langsung kepada pemrograman menggunakan JMF dan tidak akan membahas dasar-dasar Java terlebih dulu. Oleh karena itu, diharapkan pembaca telah menguasai dasar-dasar pemrograman Java terlebih dahulu, terutama pada pemrograman GUI menggunakan kelas-kelas Swing. Dokumen Java Dasar di IlmuKomputer.com sangat bagus untuk dipelajari. Pembahasan akan dilakukan dengan OS Windows XP.
Bagi pembaca yang sudah terbiasa menggunakan IDE dalam membuat tampilan GUI, disarankan untuk langsung saja membuat tampilan GUI nya untuk kemudian merefer kepada teks ini untuk mengisikan method dalam mengeksekusi file-file media. Dalam teks ini, tampilan GUI dibuat sangat sederhana, pembaca dapat mengembangkan tampilan GUI yang lebih indah sebagai latihan.
Pembuatan Pustaka Bahasa C
IGOS – Indonesia Go Open Source telah dikumandangkan. Namun Dominasi dari Microsoft, masih membayangi langkah dunia pendidikan. Masih banyak tugas yang diberikan oleh pengajar, mengharuskan mahasiswa untuk tetap menggunakan program komersial yang berjalan di atas sistem operasi windows, padahal sebenarnya tugas tersebut masih bisa diselesaikan menggunakan program yang non-komersial, jika pengajar mau memberikan sedikit kelonggaran bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi dunia Open Source.
Bahasa C, saat ini menjadi bahasa pengantar bagi pemula untuk memasuki dunia pemrograman. Untuk mempelajari bahasa ini, biasanya digunakan IDE (integreted Development Environment) seperti Turbo C, borland C atau visual C yang berjalan di atas sistem operasi windows. Terdapat alternatif lain yang dapat ditempuh untuk mempelajari bahasa C dan sekaligus sebagai wujud nyata dukungan dunia pendidikan terhadap proses migrasi ke Open Source, yaitu dengan mempelajari Bahasa C menggunakan gcc (GNU C Compiler) yang berjalan di atas sistem operasi linux dan merupakan portable compiler untuk C, C++ dan Objective C.
8 Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Fragmentasi
Sebagai IT yang pro, tentunya kita mengetahui pentinganya memaintain performance sistem dan reliabilitybta, dimana tim kita merupakan tulang punggung untuk menyelamatkan terjadinya crash pada desktop server, melambat, atau bahkan nge hang, dari permasalahan yang terjadi ini hal patut kita ketahui tidak lain adalah fragmentasi pada disk.
1.Penurunan kemampuan yang pada umumnya disebabkan oleh fragmentasiServer Crash, sistem hang, waktu boot yang melambat dan sering terjadi kesalahan boot, melambatnya waktu backtup, dan gagalnya proses backup, file yang corupt, data yang hilang, cache yang tidak bekerja dengan baik, sampai ke masalah harddsik yang fail.memiliki file yang tersimpan secara continue dalam harddisk adalah alasan utama yang harus di perhatikan dalam menjaga sistem berada pada efisiensi kestabilan, karna walaupun ada sebuah fragmentasi kecil dapat menjadi pemicu sistem jadi crash, conflit dan error.
2. Kelemahanya terletak pada komputerkarna sebenarnya komputer adalah sebuah sistem komputer yang cepat namun selambat komponen nya, dimana seperti yang kita ketahui disk adalah komponen yang terlambat dari 3 komponen utama dari komputer, yaitu CPU, Memory dan Disk, sehingga, walaupun dengan komputer tercepat sekalipun akan mempengaruhi performa sistem nya jika terdapatnya fragmentasi di dalam disk nya.
3. Apakah kita perlu melakukan Defragmentasi setiap harinya ?Disk yang besar yang menyimpan multimedia files, aplikasi, OS, sistem update, Virus Signature, dan kesemuanya adalah faktor yang akan meningkatkan fragmentasi. Fragmentasi terjadi dan terus meningkat sewaktu kita mengakses file dalam aktivitas komputer kita, seperti membuka dan menutup dokumen word, mencari email, membuka halaman web, melakukan scan virus, sehingga untuk menjaga agar komputer selalu berada pada peak performance terbaik, defragmentasi harus dilakukan setiap harinya.
4. Meningkatkan Server uptimeFragmentasi dapat menyebabkan server menjadi lemah, dan akan berakhir dalam sebuah proses downtime dan hilangnya proses kerja, sehingga kita perlu melakukan defragmentasi pada seluruh areal volume disk yang memiliki aktivitas tertinggi yang akan memiliki prioritas tertinggi juga, selain itu gunakan juga software yang mampu melakukan itu semua secara otomatis (diskkeeper misalnya)
5. Antara Virtualisasi dan FragmentasiVirtual server dapat mengurangi penggunaan sistem fisik untuk memperoleh efisiensi CPU, namun ada hal buruknya dimana subsistem disk akan menghabiskan sumberdayanya pada subsitem IO disknya dari hal tersebut kita harus mengetahui Fragmentasi juga merupakan penyebabnya IO Disk Overhead pada Virtual server, Otomatisasi Defragmentasi adalah jawaban dari semua ini.
6. Manual Defragmentasi yang tersembunyikarna manual defragmentasi itu tidaklah “gratis” sehingga itulah sebabnya defragmentasi menjadi sesuatu yang cukup menyulitkan.
7. Bagaimana cara melihat status seberapa banyak fragmentasi yang ada dalam diskgini caranya…mula mula, klik start -> run -> masukan perintah compmgmt.msc lalu masuk pada bagian disk defrag dan klik analyse dan view reportatau pake software defragmentasi
8. yang terbaik, automatisasi Fragmentasiuntuk yang ingin mudah dan gampang, gunakanlah software (baik yang free atau yang crack an) yang bisa meng automatisasi defragmentasi di jam sebelum server memberikan layananya pada user.
atau jika ingin melakukan otomatisasi defragmentasi bisa dilakukan melalui batch file
Merubah Keyboard Map untuk Windows XP/2000
Bagi sebagian orang — terutama dari kalangan unix-er — letak tombol keyboard komputer desktop tidak familier. Misalnya, mereka lebih terbiasa dengan keyboard dengan tombol Left-Control terletak di sebelah kiri tombol A dan tombol Caps-Lock terletak di bawah tombol Left-Shift. Sedangkan keyboard komputer desktop pada umumnya memiliki konfigurasi posisi tombol yang berlawanan. Bagi sebagian besar programmer dan pengguna komputer, letak tombol keyboard yang tidak familier tersebut akan mengurangi produktifitas mereka. Apalagi kalau mereka menggunakan editor program yang banyak menggunakanan fasilitas tombol control, maka ‘kebiasaan’ sangat menentukan. Artikel ini membahas bagaimana cara merubah mapping keyboard Windows XP/2000
Scan Code Mapper untuk Windows 2000 dan XP
Scan Code Mapper menyediakan sebuah metode untuk pemetaan scan code. Peta scan code untuk Windows tersimpan di registry-key sebagai berikut:
HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Control \ Keyboard Layout
PENTING: Di sana juga ada sebuah key Keyboard Layouts (dengan ‘Layouts‘, jamak) di bawah Control, tetapi kita tidak perlu merubahnya.
Di dalam Keyboard Layout itu, kita perlu menambahkan sebuah nilai bertipe REG_BINARY dan memiliki format data sebagai berikut:
Offset (byte)
Panjang (byte)
Data
0
4
Header: Informasi ttg versi
4
4
Header: Flag
8
4
Header: Jumlah mapping
12
4
Informasi mapping (lebih dari satu sesuai dengan jumlah yang ditentukan oleh header Jumlah (offset .
4 byte terakhir
4
Null terminator (0×00000000)
Data DWORD pertama dan kedua menyimpan informasi header dan harus di set ke zero untuk Scan Code Mapper versi ini. Data DWORD ketiga menentukan total jumlah mapping yang mengikutinya termasuk null terminator. Sehingga jumlah minimum data ketiga ini adalah 1 (bilamana tidak ada mapping sama sekali). Masing-masing mapping mengikuti data ketiga ini. Masing-masing mapping berupa sebuah data yang panjangnya DWORD yang terbagi dalam 2 field WORD. Masing-masing field menyimpan data tombol yang dipetakan.
Setelah data mapping tersimpan, kita perlu mereboot komputer agar perubahan tersebut memiliki efek.
Berikut ini sebuah contoh klasik, yaitu mapping untuk menukar tombol Caps-Lock dan Left-Control. Gunakan sebuah registry editor (umumnya regedt32.exe atau regedit.exe) untuk memodifikasi registry-key yang disebutkan di atas. Simpan data sebagai berikut ke dalam Scancode Map key:
00000000 00000000 03000000 3A001D00 1D003A00 00000000
Penting untuk diingat bahwa entri yang disimpan dalam registry key selalu dalam format little-endian. Berikut ini adalah tabel yang terdiri dari entri-entri yang terbagi dalam beberapa DWORD field dan keterangannya.
Nilai
Keterangan
0×00000000
Header: Nomor versi. Semua diset zero
0×00000000
Header: Flag. Semua diset zero
0×00000003
Ada tiga entri dalam map (termasuk null terminator)
0×001D003A
Tombol Left CTRL (0×1D) –> CAPS LOCK (0×3A)
0×003A001D
Tombol CAPS LOCK (0×3A) –> Left Control (0×1D)
0×00000000
Null Terminator.